Cuma di SMA kita!! (mantan) Kepala Sekolah (yang menurut gua) otoriter dan Guru TIK yang sangat dekat dengan rakyatnya (read: murid-muridnya). Muka, fisik, dan sikap 11-12 lah ya ~

Siapapun yang terpilih jadi President RI hari ini; (dalam hati) berharap ga ada kerusuhan dan bisa pulang kerja seperti biasa dengan selamat (balada baru ngeh kalau lagi pake kemaja kotak-kotak merah biru) with Dinna, Rahmi, Melisa, Desi, Melly, Rahmatia, fajri, Raisa, Wahyu, Muhammad, Bunga, Achmad, Fikri, Rizki, Aria, fauzi, Riko, Rama, Lisa, Taufan, Lastri Widya, and Ryan at SMA Negeri 3 Teladan Bukittinggi – View on Path.

Cuma di SMA kita!! (mantan) Kepala Sekolah (yang menurut gua) otoriter dan Guru TIK yang sangat dekat dengan rakyatnya (read: murid-muridnya). Muka, fisik, dan sikap 11-12 lah ya ~

Siapapun yang terpilih jadi President RI hari ini; (dalam hati) berharap ga ada kerusuhan dan bisa pulang kerja seperti biasa dengan selamat (balada baru ngeh kalau lagi pake kemaja kotak-kotak merah biru) with Dinna, Rahmi, Melisa, Desi, Melly, Rahmatia, fajri, Raisa, Wahyu, Muhammad, Bunga, Achmad, Fikri, Rizki, Aria, fauzi, Riko, Rama, Lisa, Taufan, Lastri Widya, and Ryan at SMA Negeri 3 Teladan Bukittinggi – View on Path.

1 note

Kurang Resto & Cafe Korea favourite nya aja ini mah. Yuk ke perpus! ♥♥ – View on Path.

Kurang Resto & Cafe Korea favourite nya aja ini mah. Yuk ke perpus! ♥♥ – View on Path.

Allahuakbaaar.. May all of you R.I.P :’( – Watch on Path.

Happy birthday to my amazing American sister @christinakoldys !! Have a fabulous year ahead, Christina. I miss you to the pluto back to the earth and back again ♥
#birthday #BirthdayGirl #sister #MadeInUSA

Happy birthday to my amazing American sister @christinakoldys !! Have a fabulous year ahead, Christina. I miss you to the pluto back to the earth and back again ♥
#birthday #BirthdayGirl #sister #MadeInUSA

Alhamdulillaaaahh.. Sahabat susah-seneng, stress-ga stress, lapar bareng-rakus bareng, galau satu-galau massal; sahabat-sahabat terbaik di Kampus Biru Muda akhirnya SARJANA PSIKOLOGI SEMUAAA ♥

• Andra Septian, S.Psi (6 Januari 2014)
• Rahmadianty Gazadinda, S.Psi (12 Juni 2014)
• Komang Bara Wedaloka, S.Psi (18 Juni 2014)
• Rahmadhita Maulida, S.Psi (18 Juni 2014)
• Anissa Wardhani, S.Psi (7 Juli 2014)
• Annisaa Khairina Prima, S.Psi (8 Juli 2014)

Selamaaat buat kalian semua, kesayangaaan. Selamat revisian dan sibuk ngurus printilan Judicium.

Semoga bisa izin kerja ya 29 Agustus 2014 buat wisuda kalian. Ketjup basyah :* with Komang Bara, Rahmadianty, Annisaa, Upie, and Rahmadhita at Fakultas Psikologi Universitas Indonesia – View on Path.

Alhamdulillaaaahh.. Sahabat susah-seneng, stress-ga stress, lapar bareng-rakus bareng, galau satu-galau massal; sahabat-sahabat terbaik di Kampus Biru Muda akhirnya SARJANA PSIKOLOGI SEMUAAA ♥

• Andra Septian, S.Psi (6 Januari 2014)
• Rahmadianty Gazadinda, S.Psi (12 Juni 2014)
• Komang Bara Wedaloka, S.Psi (18 Juni 2014)
• Rahmadhita Maulida, S.Psi (18 Juni 2014)
• Anissa Wardhani, S.Psi (7 Juli 2014)
• Annisaa Khairina Prima, S.Psi (8 Juli 2014)

Selamaaat buat kalian semua, kesayangaaan. Selamat revisian dan sibuk ngurus printilan Judicium.

Semoga bisa izin kerja ya 29 Agustus 2014 buat wisuda kalian. Ketjup basyah :* with Komang Bara, Rahmadianty, Annisaa, Upie, and Rahmadhita at Fakultas Psikologi Universitas Indonesia – View on Path.

Ketika aku ingin KAYA.
Aku lupa bahwa hidup adalah KEKAYAAN.

Ketika aku takut MEMBERI.
Aku lupa bahwa semua apa yang aku miliki adalah PEMBERIAN.

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT.
Aku lupa bahwa dalam KELEMAHAN Allah memberi aku KEKUATAN.

Ketika aku takut RUGI.
Aku lupa bahwa hidupku sebuah KEBERUNTUNGAN.

Hidup ini indah kawan jika kita MENSYUKURI apa yang sudah ada.
Adakala ya yang TERINDAH bukanlah yang TERBAIK.

Yang SEMPURNA tak menjanjikan KEBAHAGIAAN.
Tetapi ketika kita mampu dan mau menerima semua kekurangan dan kelebihan itulah KEBAHAGIAAN. – View on Path.

Ketika aku ingin KAYA.
Aku lupa bahwa hidup adalah KEKAYAAN.

Ketika aku takut MEMBERI.
Aku lupa bahwa semua apa yang aku miliki adalah PEMBERIAN.

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT.
Aku lupa bahwa dalam KELEMAHAN Allah memberi aku KEKUATAN.

Ketika aku takut RUGI.
Aku lupa bahwa hidupku sebuah KEBERUNTUNGAN.

Hidup ini indah kawan jika kita MENSYUKURI apa yang sudah ada.
Adakala ya yang TERINDAH bukanlah yang TERBAIK.

Yang SEMPURNA tak menjanjikan KEBAHAGIAAN.
Tetapi ketika kita mampu dan mau menerima semua kekurangan dan kelebihan itulah KEBAHAGIAAN. – View on Path.

Thought via Path

Ramadan Mubarak! Wish everyone a blessed Ramadan ♥ – Read on Path.

Jakarta’s face this afternoon; (almost crazy) traffic and cloudy before sunset #Jakarta #City #Indonesia #traffic #cloudy #sunset (at Indonesia Power Headquarter)

Jakarta’s face this afternoon; (almost crazy) traffic and cloudy before sunset #Jakarta #City #Indonesia #traffic #cloudy #sunset (at Indonesia Power Headquarter)

1 note

Friendship is not about being 95% in every step of your day life; it’s not about who you spend the most of time with. It’s about who you have the best time with. And yes, a friendship without “bullying” is absolutely boring.

So happy to met you complete today! Congratulation to Rara. Good luck for Bara and Dhita for your thesis defence next week. And good luck to finish your thesis dear Icha and Upie ♥♥ with Komang Bara, Rahmadianty, Annisaa, Upie, and Rahmadhita at Fakultas Psikologi UI – View on Path.

Friendship is not about being 95% in every step of your day life; it’s not about who you spend the most of time with. It’s about who you have the best time with. And yes, a friendship without “bullying” is absolutely boring.

So happy to met you complete today! Congratulation to Rara. Good luck for Bara and Dhita for your thesis defence next week. And good luck to finish your thesis dear Icha and Upie ♥♥ with Komang Bara, Rahmadianty, Annisaa, Upie, and Rahmadhita at Fakultas Psikologi UI – View on Path.

kuntawiaji:

"Andai kemiskinan itu berwujud manusia, niscaya aku yang pertama kali akan membunuhnya." (Ali bin Abi Thalib)
Sore kemarin, IGD RSUD Dompu kedatangan sebuah ambulans puskesmas. Pengendaranya adalah seorang polisi. Setelah polisi tersebut turun diikuti oleh orang-orang lain di belakangnya, tampak pasien yang dibawanya adalah seorang bayi. 
"Ini pasien ga ada keluarganya. Kami sudah koordinasi dengan pak direktur (RSUD) untuk dirawat di sini dengan alasan kemanusiaan," ujar Bapak D, polisi tersebut.
"Nama bayinya A, Pak? Kok bisa ga ada keluarganya?" tanya saya sambil melihat data diri pasien di surat rujukan puskesmas.
"Itu bayi selama ini ya ga ada namanya. Nama A itu kami yang bikin aja," jawab Bapak D.
Bapak D kemudian bercerita bahwa bayi A dibawa ke kantor brimob oleh sekelompok warga desa K karena tidak ada yang merawatnya. Diketahui ayah bayi A kabur, sedangkan ibunya bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. Menurut laporan warga, nenek bayi A tinggal di desa R. Setelah mengetahui hal tersebut, polisi bersama warga mendatangi rumah nenek bayi A untuk meminta si nenek merawat si bayi. Namun, si nenek ternyata menolak untuk merawat bayi A karena dikatakan cacat oleh si nenek. Memang, berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi A menderita gizi buruk, hidrosefalus, hernia umbilikalis, dan defisiensi vitamin A berat.
"Neneknya sampai pengen masukin bayi ini ke karung, Dok," ujar salah seorang warga desa R yang merupakan tetangga nenek bayi A.
"Ya, makanya kami mengantar ke sini karena alasan kemanusiaan. Si nenek sampai bilang kalau perlu bayi ini dibunuh aja atau dibuang ke hutan," tambah Bapak D.
Berdasarkan pembicaraan saya dengan para pengantar pasien diketahui ternyata ibu bayi A pergi menjadi TKW sesaat setelah ia melahirkan. Selama 18 bulan ini, bayi A diasuh oleh ayahnya. Kemudian, perang warga antara desa K dan desa Rd yang sempat terjadi beberapa waktu lalu memaksa ayah bayi A untuk melarikan diri ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kejaran musuh. Jadilah beberapa hari terakhir bayi A terlantar. Kondisi fisik bayi A yang tidak dirawat dengan baik sejak ia lahir membuat si nenek menganggap si bayi adalah sumber kesialan dan layak untuk dibunuh.
Kemiskinan menjadi sumber semuanya. Kemiskinan membuat ibu bayi A terpaksa mencari penghidupan yang lebih layak di negara lain. Kemiskinan membuat bayi A tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan yang semestinya. Kemiskinan melahirkan kebodohan yang membuat nenek bayi A menganggap si bayi adalah malapetaka. Kemiskinan dan kebodohan saling terkait menjadi salah satu penyebab terjadinya perang warga antara desa K dan desa Rd.
Kemiskinan menjadi hal yang absurd untuk dibicarakan di negara ini, setidaknya bagi saya pribadi. Tulisan tentang kemiskinan ini ditulis oleh saya yang makan enak setiap saat, tidur nyenyak setiap hari, dan sering jalan-jalan menghabiskan uang. Mungkin kita tidak akan pernah benar-benar memahami kemiskinan karena kita melihatnya dari luar, dari jauh. Kita tidak mampu memahami sikap, perilaku, dan pemikiran orang-orang para pelaku kemiskinan karena kita tidak pernah benar-benar merasakan apa yang mereka alami. Bayi A hanyalah satu korban dari kemiskinan yang nantinya akan terlupakan seperti halnya kasus kemiskinan-kemiskinan lain yang tidak terungkap di negara ini.
Foto: Bayi A

kuntawiaji:

"Andai kemiskinan itu berwujud manusia, niscaya aku yang pertama kali akan membunuhnya." (Ali bin Abi Thalib)

Sore kemarin, IGD RSUD Dompu kedatangan sebuah ambulans puskesmas. Pengendaranya adalah seorang polisi. Setelah polisi tersebut turun diikuti oleh orang-orang lain di belakangnya, tampak pasien yang dibawanya adalah seorang bayi. 

"Ini pasien ga ada keluarganya. Kami sudah koordinasi dengan pak direktur (RSUD) untuk dirawat di sini dengan alasan kemanusiaan," ujar Bapak D, polisi tersebut.

"Nama bayinya A, Pak? Kok bisa ga ada keluarganya?" tanya saya sambil melihat data diri pasien di surat rujukan puskesmas.

"Itu bayi selama ini ya ga ada namanya. Nama A itu kami yang bikin aja," jawab Bapak D.

Bapak D kemudian bercerita bahwa bayi A dibawa ke kantor brimob oleh sekelompok warga desa K karena tidak ada yang merawatnya. Diketahui ayah bayi A kabur, sedangkan ibunya bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. Menurut laporan warga, nenek bayi A tinggal di desa R. Setelah mengetahui hal tersebut, polisi bersama warga mendatangi rumah nenek bayi A untuk meminta si nenek merawat si bayi. Namun, si nenek ternyata menolak untuk merawat bayi A karena dikatakan cacat oleh si nenek. Memang, berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi A menderita gizi buruk, hidrosefalus, hernia umbilikalis, dan defisiensi vitamin A berat.

"Neneknya sampai pengen masukin bayi ini ke karung, Dok," ujar salah seorang warga desa R yang merupakan tetangga nenek bayi A.

"Ya, makanya kami mengantar ke sini karena alasan kemanusiaan. Si nenek sampai bilang kalau perlu bayi ini dibunuh aja atau dibuang ke hutan," tambah Bapak D.

Berdasarkan pembicaraan saya dengan para pengantar pasien diketahui ternyata ibu bayi A pergi menjadi TKW sesaat setelah ia melahirkan. Selama 18 bulan ini, bayi A diasuh oleh ayahnya. Kemudian, perang warga antara desa K dan desa Rd yang sempat terjadi beberapa waktu lalu memaksa ayah bayi A untuk melarikan diri ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kejaran musuh. Jadilah beberapa hari terakhir bayi A terlantar. Kondisi fisik bayi A yang tidak dirawat dengan baik sejak ia lahir membuat si nenek menganggap si bayi adalah sumber kesialan dan layak untuk dibunuh.

Kemiskinan menjadi sumber semuanya. Kemiskinan membuat ibu bayi A terpaksa mencari penghidupan yang lebih layak di negara lain. Kemiskinan membuat bayi A tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan yang semestinya. Kemiskinan melahirkan kebodohan yang membuat nenek bayi A menganggap si bayi adalah malapetaka. Kemiskinan dan kebodohan saling terkait menjadi salah satu penyebab terjadinya perang warga antara desa K dan desa Rd.

Kemiskinan menjadi hal yang absurd untuk dibicarakan di negara ini, setidaknya bagi saya pribadi. Tulisan tentang kemiskinan ini ditulis oleh saya yang makan enak setiap saat, tidur nyenyak setiap hari, dan sering jalan-jalan menghabiskan uang. Mungkin kita tidak akan pernah benar-benar memahami kemiskinan karena kita melihatnya dari luar, dari jauh. Kita tidak mampu memahami sikap, perilaku, dan pemikiran orang-orang para pelaku kemiskinan karena kita tidak pernah benar-benar merasakan apa yang mereka alami. Bayi A hanyalah satu korban dari kemiskinan yang nantinya akan terlupakan seperti halnya kasus kemiskinan-kemiskinan lain yang tidak terungkap di negara ini.

Foto: Bayi A

249 notes